Gadis Sunda











TRIBUNNEWSBATAM, TANJUNGPINANG – Banyak kasus penyiksaan dan pemerkosaan terhadap TKW, namun tidak menyurutkan nyali srikandi-srikandi devisa negara untuk meraup ringit di negeri jiran Malaysia. Seorang remaja asal Cianjur, Jawa Barat sebut saja Eni (17) harus kehilangan mahkota keperawanannya setelah diperkosa majikanya saat subuh menjelang.

Kisah pilu itu ia alami sebulan lalu, sebelum ia dideportasi ke Tanjungpinang. Sebelum diperkosa Eni sering mendapatkan perlakuan kasar baik makian dan pukulan dari majikanya di Seremban, Negeri Sembilan. Bahkan sebelum dideportasi gadis berambut panjang ini selama tiga minggu harus meringkuk di penjara karena dokumen keimigrasiannya tidak memenuhi syarat sebagai TKW.

Saat ini Eni ditampung di Rumah Singah Engku Putri Tanjungpinang, sebelum dipulangkan ke kampung halamanya. Sebelumnya Eni dideportasi melalui KBRI di Johor Malaysia. Dengan berdurai air mata Eni menceritakan nasib buruk yang ia alami, sehingga ia kehilangan mahkota yang ia jaga 17 tahun lamanya.

Suatu subuh najikanya, Ajham dengan diam-diam membuka pintu kamarnya dengan menggunakan kunci duplikat. Eni yang tertidur lelap langsung terbangun saat majikanya memeluk tubuh mungilnya. Eni mengaku berusaha melawan, namun tenaganya kurang kuat dibandingkan dengan Ajham. Walau sudah berteriak, teriakan itu percuma karena dirumah hanya ada dua anak Ajham yang masih kecil, sedangkan nyoya rumah sedang tidak dirumah.

Eni terus melawan untuk mempertahankan kesucianya, namun perlawanan itu dibalas dengan pukulan oleh majikanya. Berkali-kali dipukul akhirnya membuat Eni lemas dan menyerah. Dengan garang majikanya melucuti pakaian Eni dan memperkoasanya.

“Saat itu saya ingat pukul setengah tiga subuh,” kata gadis mungil itu. Eni mengatakan diirnya diancam untuk tidak melaporkan hal itu kepada istri majikanya, Rohaya.

Karena terus tertekan dan mendapat perlakuan kasar dari majikanya, Eni akhirnya memutuskan untuk kabur dari rumah tersebut. Eni dengan diam-diam berhasil sampai di kantor polisi terdekat dan melaporkan hal buruk yang menimpa dirinya.

“Saya hanya melaporkan pemukulan sedangkan pemerkosaan tidak saya laporkan,” kata Eni. Ia mengaku malu untuk mengungkapkan pemerkosaan itu kepada polisi Diraja Malaysia.
Polisi kemudian membawa Eni ke kedutaan RI, sebelumnya ia dipenjara selama tiga minggu karena tidak memiliki izin bekerja di Malaysia. Eni mengaku pernah dipanggil polisi untuk memberikan kesaksian saat dipenjara.

Dia mengatakan Ajham dipenjara selama tiga bulan akibat pemukulan terhadap dirinya.  Eni dideprotasi ke Tanjungpinang pada Rabu (9/12/2010) dari Johor Malaysia. Menurut pimpinan Rumah Singgah Engku Putri, Lelita Fitri. Eni dipulangkan Minggu (12/12/2010) ke kampung halamanya di Jawa Barat. “Orang tua Eni sudah kita hubungi,” kata Lelyta.

 

Imigrasi GOBLOK… Selektif dong terbitkan paspor bagi ABG yang ngakunya melancong ke Malaysia..



KOMPAS.com — Sebagai Putri Perwakilan Jambi dalam PPI (Pemilihan Putri Indonesia 2010), Grace Gabriella Binowo pastinya sudah tahu tentang peraturan yang sempat diajukan oleh anggota DPRD di tanah kelahirannya, yaitu di Jambi.

Peraturan yang pertama kali diajukan anggota DPRD di Jambi ini memang sangat kontroversial, yaitu tentang tes keperawanan bagi siswa-siswi yang ingin masuk ke sebuah sekolah sebagai salah satu syarat penerimaan.

Namun, Grace dengan tegas menolak wacana peraturan ini dan tidak setuju.

“Sekali lagi saya tekankan, pendidikan itu adalah jauh lebih penting dari segalanya. Jadi, keperawanan atau tidaknya itu bukan mutlak bukan atas kesalahan sendiri. Kan bisa aja karena atas accident seorang bisa enggak perawan, yang jelas kita semua peduli pendidikan,” katanya saat ditemui di Assembly Hall, Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Sabtu (9/10/2010) dini hari.

Baginya, tes keperawanan itu adalah suatu tes yang sifatnya sangat personal, bahkan cenderung mengabaikan hak asasi manusia. “Keperawanan itu adalah hal sifatnya pribadi,” jelas Grace yang mampu membawa Jambi masuk 5 Besar Pemilihan Putri Indonesia 2010 ini.

Mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Indonesia ini juga kembali menegaskan bahwa ia sangat tidak setuju dengan peraturan soal tes keperawanan itu.

“Ya, sangat tidak setuju, dan siap di garda depan untuk menolak tes keperawanan.”

Grace mengistilahkan “siap di garda depan” sebagai bukti penolakannya terhadap peraturan itu. Namun, apakah “siap di garda depan” yang dimaksud itu adalah harus dengan demonstrasi dan semangat militansi tinggi untuk menolak?

“Kalau sampai demo enggak sih, ada cara lain untuk menyatakan penolakan terhadap peraturan itu, pokoknya pentingkanlah pendidikan, karena itu kan tes untuk masuk sekolah, jadi pentingkan pendidikannya, bukan tes keperawanannya,” katanya mengakhiri pembicaraan. (Tribunnews/Ric)



{Oktober 7, 2010}   Wasit Wanita Jerman

VIVAnews – Sebuah pemandangan langka dan menarik, pertandingan sepakbola dipimpin oleh wasit wanita. Apalagi, jika pada pertandingan itu terjadi insiden antara sang wasit dan pemain pria.

Insiden itu terjadi dalam laga Divisi 2 Liga Jerman (Bundesliga 2) antara Hertha Berlin melawan Alemannia Aachen. Gelandang Hertha, Peter Niemeyer memegang payudara wasit wanita, meski itu dilakukannya tanpa sengaja.

Pada menit 55 pertandingan itu, Niemeyer sambil berjalan ke belakang coba menepuk bahu wasit Bibiana Steinhaus tanpa melihat. Tapi, yang terkena justru payudara kiri sang wasit.

Bibiana terlihat hanya tersenyum kepada Niemeyer. Sang pemain yang menyadari tangannya salah sentuh pun langsung mengucapkan permintaan maaf. Sumber : Vivanews.



WACANA DPRD Jambi untuk melakukan tes keperawanan sebagai syarat masuk sekolah negeri bisa menimbulkan trauma psikis pada murid perempuan. Trauma bisa terjadi jika hasil tes tak sesuai dengan kenyataan.

Menurut Psikolog, Sani B Hermawan Psi, dari segi fisik, tidak semua anak perempuan suka kelaminnya ‘diintip’ orang lain. Biarpun alasannya untuk memastikan keperawanan dalam pengertian selaput dara yang utuh.

Tambah lagi bila ternyata selaput dara diketahui rusak, tapi bukan karena dia pernah berhubungan seks. Karena hasil tes tidak mencantumkan atau peduli tentang hal itu.

“Pihak yang memeriksa kan tahunya hanya kalau selaput dara rusak artinya sudah tak perawan. Sedangkan yang utuh artinya masih perawan,” kata Sani.

“Nah, kalau selaput dara si anak perempuan rusak karena kecelakaan kemudian dituduh sudah tak perawan hingga tak boleh masuk sekolah negeri tentunya akan berdampak pada sisi psikologis si anak,” tambah Sani.

Efek dari serangan psikologis tersebut bisa membuat si anak malah enggan sekolah. Kalau sampai si anak tak tahan menanggung malu, bisa-bisa si anak melakukan tindakan nekat.

Makin aneh aja Negeri Ini.. Sumber : TribunNews



RMOL. Dua orang dekat Presiden SBY, Pramono Edhie Wibowo (PEW) dan Sri Mulyani Indrawati (SMI) digadang-gadang menjadi Calon Presiden (Capres) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014.

Namun Partai Demokrat tampaknya tidak mau terburu-buru mendukung kedua orang tersebut.

“Belum ada instruksi. Demokrat sendiri belum menyebut calonnya,” ujar Ketua DPP Partai Demokrat Departemen Pemberantasan Korupsi dan Mafia Hukum, Didi Irawadi kepada Rakyat Merdeka Online, Sabtu malam (2/10).

Masih menurut anggota Komisi III ini, secara ketentuan, Demokrat akan memilih calon presiden melalui mekanisme Dewan Majelis Tinggi.

“Dewan Majelis Tinggi ini berisi sembilan orang, termasuk presiden SBY didalamnya. Inilah yang akan menentukan calon anggota DPR, DPRD, kepala daerah dan calon presiden,” ujarnya. [arp]

Partai Demokrat sebagai partai penguasa, diakui saat ini tak memiliki figur yang cukup kuat untuk dijual pada Pilpres 2014 mendatang. Figur muda semacam Anas, Andi Mallarangeng atau Ibas-SBY, hanya dianggap tokoh ecek-ecek yang tak akan banyak memancing pemilih kalau mau dipaksakan untuk Capres atau Cawapres di tahun 2014 kelak.

Adapun figur PEW sebagai militer aktif yang orang lapangan, setidaknya bisa memenuhi harapan sebagian orang di negeri ini akan tetap langgengnya ketegasan dan keberanian seorang bekas Jenderal kalau dia memimpin NKRI kelak. Begitu pula SMI, ketokohannya yang dikenal di dunia internasional, memudahkan diplomasi ke negara-negara maju semakin terbuka untuk Indonesia kelak. Bila Demokrat jeli, mencalonkan keduanya sebagai pasangan Capres & Cawapres 2014, tentu sebuah pilihan yang rasional dan matang untuk menuju 2014 nanti. Setidaknya ada waktu sekitar 4 tahun ke depan untuk memoles dan mempersiapkannya mulai sekarang ini.

Diluar Demokrat, PDIP juga agak bermasalah kalau tetap akan mencalonkan kembali Megawati. Sudah 2 kali berturut-turut jamiat PDIP mencalonkan si Ibu ini, tapi tetap saja keok! Begitu pula dengan gabungan Parpol-parpol Islam, juga terjadi krisis tokoh yang bisa mereka jual ke ummatnya. Yang tersisa hanya Hatta Radjasa atau Din Syamsuddin, tapi karena kedua-duanya dikesankan berasal dari Muhammadiyah, tentulah belum bisa merangkul semua kelompok seperti warga NU misalnya. Diperkirakan, seperti 2009 lalu, parpol-parpol Islam itu hanya mengekor saja kepada figur yang mereka anggap punya kans untuk menjadi Presiden di tahun 2014 nanti.

Tentang figur Ical dan Prabowo, tampaknya masih sulit untuk bisa diterima sebagian besar pemilih di tahun 2014 kelak, apalagi pemilih muda, melihat ‘track record’nya selama ini. Terutama Ical, yang hampir tiap hari selalu ada informasi yang membukakan sepak-terjangnya di berbagai media dan internet, pastilah itu dibaca oleh sebagian besar pemilih muda di Tanah Air. Ical dan Prabowo, kelihatannya seperti ‘Kartu Mati’. Tapi majunya SMI, tentu tidak akan mulus, sebab ‘dendam kusumat’ GOLKAR tidak akan berhenti begitu saja, usai SMI dilengserkan lalu. Buktinya, baru teman-teman SMI bikin situs internet untuk mempromosikannya di tahun 2014 kelak, serta merta petinggi GOLKAR seperti Bamsoet sudah pasang kuda-kuda dengan mengancam untuk memperkarakan kembali Centruygate dan SMI dalam waktu dekat ini. Politik, man! …



{Agustus 10, 2010}   Emansipasi!

cewe muda nan imut tertangkap basah nyopet dan dihajar massa !!!

Liputan6.com, Semarang: Seorang perempuan muda tertangkap tangan mencopet di Pasar Johar Semarang, Jawa Tengah, Selasa (10/8). Tersangka, Ika Purnamasari, pun akhirnya dihakimi massa.

Warga Mranggaen Demak itu tergolong nekat ,karena beraksi saat pasar ramai. Saat diteriaki warga, Ika sempat berusaha kabur. Namun, warga mengepungnya hingga ia pun tertangkap.

Di hadapan petugas, pelaku mengaku terpaksa mencuri karena disuruh temannya. Atas aksinya itu, ia dijerat Pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.(WIL/SHA)

Wanita cuuantik babak belur dihajar warga, dan hendak dibakar hidup2 !!!

Indosiar.com, Garut – Maraknya kasus penculikan belakangan ini tampaknya membuat warga meningkatkan kewaspadaan. Namun sayangnya seringkali hal itu berujung pada aksi main hakim sendiri. Seperti yang terjadi di Garut, Jawa Barat. Seorang perempuan pada Kamis (15/07/10) malam jadi bulan-bulanan warga, karena dicurigai akan menculik anak-anak yang ada di wilayah tersebut. Kemarahan massa kian tersulut karena wanita tersebut tidak bisa menunjukkan kartu identitas dan enggan menyebutkan namanya, hingga diancam warga akan dibakar hidup-hidup. Polisi yang datang ke lokasi sempat kewalahan menahan emosi massa.

Tanpa ampun, wanita ini terus jadi sasaran kemarahan warga di kampung Patrol, Kecamatan Cisurupan, Garut, Jawa Barat.

Meski sudah didesak warga, wanita ini tetap enggan menyebutkan namanya, sehingga membuat warga tambah marah dan tak henti-hentinya menghajar wanita ini hingga mukanya babak belur berlumuran darah.

Aksi massa ini diawali dari kecurigaan warga setempat, yang melihat wanita itu mondar-mandir di luar masjid di kampung Patrol tersebut, seperti sedang menunggu keluar anak-anak yang lagi mengaji. Namun saat ditanya warga tentang nama dan keperluannya, ia malah berusaha kabur. Membuat warga semakin yakin, wanita itu berniat menculik anak-anak.

Warga tidak menemukan kartu identitas pada wanita yang mengaku dari Tangerang, Banten tersebut. Dari saku celananya ditemukan kosmetik serta celana dalam anak perempuan terbungkus plastik yang dicurigai warga sebagai alat untuk membius.

Emosi warga makin memuncak hingga mengancam akan membakar wanita ini hidup-hidup, karena selalu berbelit-belit saat ditanya. Bahkan saat polisi datang mengamankan wanita itu, warga yang masih emosi mengejarnya hingga membuat kewalahan petugas. Beruntung situasi segera teratasi. Aparat kepolisian langsung mengamankan wanita tersebut ke Mapolres Garut. (Deni Muhamad Arif/Sup)



BANDUNG – Pergaulan bebas rupanya menjadi salah satu pemicu kekerasan terhadap anak. Dalam sebuah kongres anak di Hotel Trio Bandung 28-29 Juni lalu, sekelompok pelajar SMA bahkan berani menyebutkan istilah “virgin gak oke” di kalangan mereka.

“Sekarang pergaulan bebas terjadi di kalangan pelajar. Sekelompok pelajar SMA menyebut istilah ‘virgin gak oke’. Artinya, mereka sudah terkontaminasi pergaulan bebas,” kata Manajer Program Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jabar Dianawati, saat ditemui wartawan di Sekretariat LPA Jabar Jalan Karangtinggal Bandung, Jumat (23/7/2010).

Diana mengatakan, kongres itu diikuti oleh sekitar 50 pelajar di seluruh Jawa Barat. Dia mengaku prihatin dengan munculnya kecenderungan pergaulan bebas tersebut.

Di Indramayu bahkan ada daerah yang warganya terbiasa mendengar seorang anak gadisnya dijual. Itu terjadi karena mereka merupakan keluarga miskin.

“Masyarkat di sana sudah cuek ketika mendengar tetangganya ada yang menjual anak gadis mereka,” kata Diana.

Lebih jauh Diana mengatakan, untuk tahun ini LPA Jabar sudah menerima 50 pengaduan kasus kekerasan terhadap anak. Sebagian besar, kata dia, merupakan kasus penelantaran anak yang disebabkan oleh perceraian orang tuanya.

“Selain itu, pelecehan seksual dan perkosaan juga sedang kita tangani, bekerja sama dengan kepolisian setempat,” pungkas Diana.



Tuban – Apes menimpa Suyitno (50) asal Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban. Pria yang disebut-sebut playboy tua ini digerebek massa saat kencan di rumah pacarnya, Titin (30), bukan nama sebenarnya di Desa Tasikmadu, Kecamatan Palang.

Setelah tertangkap basah, pasangan kekasih gelap ini digiring ke balai desa setempat. Dalam persidangan rakyat di balai desa, Suyitno diputuskan membayar denda untuk pembangunan desa. Dendanya berupa semen 10 sak, batu pedhel untuk urukan jalan desa sebanyak 5 truk, gorong-gorong 2 buah dan pasir sebanyak 2 truk.

Informasi yang dihimpun detiksurabaya.com, para pemuda desa sudah lama mengincar pasangan itu, karena mereka selalu kencan di tengah malam. Bahkan yang perempuan juga sudah diingatkan agar menghentikan kencannya karena sudah meresahkan warga. Akan tetapi saran itu tak digubris keduanya.

Merasa imbauannya tak ditanggapi, pemuda desa merencanakan menangkap pasangan yang sedang dimabuk asmara itu. Hasilnya, usai menonton sepakbola Piala Dunia antara Jerman Vs Spanyol, para pemuda yang sudah berkumpul langsung melakukan penggerebekan sekitar pukul 03.00 WIB dini hari tadi.
Baca tuluyan ieu tulisan »



BANDUNG, KOMPAS.com — Seorang tukang sayur mengaku sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Pendidikan Jabar dan juga ajudan Bupati Bogor.

Tukang sayur bernama Joko Suprianto (49) itu kemudian menipu siswi SMP dengan iming-iming bahwa mereka akan diberi beasiswa. Namun, bukan beasiswa yang didapat. Empat siswi SMP tadi malah menjadi korban perbuatan cabul sang ajudan gadungan itu.

Aksi Joko dimulai sejak Maret 2010. Saat itu, ia kerap pergi ke Bogor untuk mencari sayuran. Namun, duda dengan tiga anak ini tak hanya mencari sayuran. Ia juga mencari siswi SMP agar bisa diperdaya.

“Semula saya mau ngambil handphone aja. Soalnya kalau anak SMP kan gampang ditipu,” kata Joko kepada wartawan, Rabu (2/6/2010). Korban pertamanya adalah sebuah siswi MTs swasta di Bogor. Ternyata, tak hanya ponsel yang disasar oleh Joko.

Baca tuluyan ieu tulisan »



JAKARTA, KOMPAS.com – Seorang gadis belia, Bg, mengaku menjadi korban pemerkosaan seorang pemilik tempat hiburan malam di Jalan Kalimalang, Bekasi. Dia sempat dua kali pingsan saat menjalani pemeriksaan di ruang Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (Unit PPA) Mapolrestro Bekasi.

Saat ditemui kemarin, Bg tengah menyantap makan siang di luar ruang Unit PPA. Dia ditemani Sandri (25), kakak lelakinya, dan beberapa kerabatnya.

Gadis berusia 15 tahun itu mengaku direnggut keperawannya di sebuah hotel kelas melati di Jalan Cut Meutia, Kota Bekasi. Dia tak menyangka, niatnya pergi bersama rekan perempuannya bakal berujung pada pemerkosaan.

Peristiwa yang terjadi pekan lalu itu bermula saat Bg diajak keluar malam oleh Dedeh, rekan perempuannya yang bekerja sebagai waitress di sebuah kafe di Jalan Kalimalang.

“Selepas tengah malam, saya dikenalin sama mami-mami di situ. Katanya saya akan dikenalin sama pemilik kafe,” tutur Bg.

Baca tuluyan ieu tulisan »



jsb.
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.