Gadis Sunda











KOMPAS.com — Sebagai Putri Perwakilan Jambi dalam PPI (Pemilihan Putri Indonesia 2010), Grace Gabriella Binowo pastinya sudah tahu tentang peraturan yang sempat diajukan oleh anggota DPRD di tanah kelahirannya, yaitu di Jambi.

Peraturan yang pertama kali diajukan anggota DPRD di Jambi ini memang sangat kontroversial, yaitu tentang tes keperawanan bagi siswa-siswi yang ingin masuk ke sebuah sekolah sebagai salah satu syarat penerimaan.

Namun, Grace dengan tegas menolak wacana peraturan ini dan tidak setuju.

“Sekali lagi saya tekankan, pendidikan itu adalah jauh lebih penting dari segalanya. Jadi, keperawanan atau tidaknya itu bukan mutlak bukan atas kesalahan sendiri. Kan bisa aja karena atas accident seorang bisa enggak perawan, yang jelas kita semua peduli pendidikan,” katanya saat ditemui di Assembly Hall, Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Sabtu (9/10/2010) dini hari.

Baginya, tes keperawanan itu adalah suatu tes yang sifatnya sangat personal, bahkan cenderung mengabaikan hak asasi manusia. “Keperawanan itu adalah hal sifatnya pribadi,” jelas Grace yang mampu membawa Jambi masuk 5 Besar Pemilihan Putri Indonesia 2010 ini.

Mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Indonesia ini juga kembali menegaskan bahwa ia sangat tidak setuju dengan peraturan soal tes keperawanan itu.

“Ya, sangat tidak setuju, dan siap di garda depan untuk menolak tes keperawanan.”

Grace mengistilahkan “siap di garda depan” sebagai bukti penolakannya terhadap peraturan itu. Namun, apakah “siap di garda depan” yang dimaksud itu adalah harus dengan demonstrasi dan semangat militansi tinggi untuk menolak?

“Kalau sampai demo enggak sih, ada cara lain untuk menyatakan penolakan terhadap peraturan itu, pokoknya pentingkanlah pendidikan, karena itu kan tes untuk masuk sekolah, jadi pentingkan pendidikannya, bukan tes keperawanannya,” katanya mengakhiri pembicaraan. (Tribunnews/Ric)



WACANA DPRD Jambi untuk melakukan tes keperawanan sebagai syarat masuk sekolah negeri bisa menimbulkan trauma psikis pada murid perempuan. Trauma bisa terjadi jika hasil tes tak sesuai dengan kenyataan.

Menurut Psikolog, Sani B Hermawan Psi, dari segi fisik, tidak semua anak perempuan suka kelaminnya ‘diintip’ orang lain. Biarpun alasannya untuk memastikan keperawanan dalam pengertian selaput dara yang utuh.

Tambah lagi bila ternyata selaput dara diketahui rusak, tapi bukan karena dia pernah berhubungan seks. Karena hasil tes tidak mencantumkan atau peduli tentang hal itu.

“Pihak yang memeriksa kan tahunya hanya kalau selaput dara rusak artinya sudah tak perawan. Sedangkan yang utuh artinya masih perawan,” kata Sani.

“Nah, kalau selaput dara si anak perempuan rusak karena kecelakaan kemudian dituduh sudah tak perawan hingga tak boleh masuk sekolah negeri tentunya akan berdampak pada sisi psikologis si anak,” tambah Sani.

Efek dari serangan psikologis tersebut bisa membuat si anak malah enggan sekolah. Kalau sampai si anak tak tahan menanggung malu, bisa-bisa si anak melakukan tindakan nekat.

Makin aneh aja Negeri Ini.. Sumber : TribunNews



{Agustus 10, 2010}   Emansipasi!

cewe muda nan imut tertangkap basah nyopet dan dihajar massa !!!

Liputan6.com, Semarang: Seorang perempuan muda tertangkap tangan mencopet di Pasar Johar Semarang, Jawa Tengah, Selasa (10/8). Tersangka, Ika Purnamasari, pun akhirnya dihakimi massa.

Warga Mranggaen Demak itu tergolong nekat ,karena beraksi saat pasar ramai. Saat diteriaki warga, Ika sempat berusaha kabur. Namun, warga mengepungnya hingga ia pun tertangkap.

Di hadapan petugas, pelaku mengaku terpaksa mencuri karena disuruh temannya. Atas aksinya itu, ia dijerat Pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.(WIL/SHA)

Wanita cuuantik babak belur dihajar warga, dan hendak dibakar hidup2 !!!

Indosiar.com, Garut – Maraknya kasus penculikan belakangan ini tampaknya membuat warga meningkatkan kewaspadaan. Namun sayangnya seringkali hal itu berujung pada aksi main hakim sendiri. Seperti yang terjadi di Garut, Jawa Barat. Seorang perempuan pada Kamis (15/07/10) malam jadi bulan-bulanan warga, karena dicurigai akan menculik anak-anak yang ada di wilayah tersebut. Kemarahan massa kian tersulut karena wanita tersebut tidak bisa menunjukkan kartu identitas dan enggan menyebutkan namanya, hingga diancam warga akan dibakar hidup-hidup. Polisi yang datang ke lokasi sempat kewalahan menahan emosi massa.

Tanpa ampun, wanita ini terus jadi sasaran kemarahan warga di kampung Patrol, Kecamatan Cisurupan, Garut, Jawa Barat.

Meski sudah didesak warga, wanita ini tetap enggan menyebutkan namanya, sehingga membuat warga tambah marah dan tak henti-hentinya menghajar wanita ini hingga mukanya babak belur berlumuran darah.

Aksi massa ini diawali dari kecurigaan warga setempat, yang melihat wanita itu mondar-mandir di luar masjid di kampung Patrol tersebut, seperti sedang menunggu keluar anak-anak yang lagi mengaji. Namun saat ditanya warga tentang nama dan keperluannya, ia malah berusaha kabur. Membuat warga semakin yakin, wanita itu berniat menculik anak-anak.

Warga tidak menemukan kartu identitas pada wanita yang mengaku dari Tangerang, Banten tersebut. Dari saku celananya ditemukan kosmetik serta celana dalam anak perempuan terbungkus plastik yang dicurigai warga sebagai alat untuk membius.

Emosi warga makin memuncak hingga mengancam akan membakar wanita ini hidup-hidup, karena selalu berbelit-belit saat ditanya. Bahkan saat polisi datang mengamankan wanita itu, warga yang masih emosi mengejarnya hingga membuat kewalahan petugas. Beruntung situasi segera teratasi. Aparat kepolisian langsung mengamankan wanita tersebut ke Mapolres Garut. (Deni Muhamad Arif/Sup)



BANDUNG – Pergaulan bebas rupanya menjadi salah satu pemicu kekerasan terhadap anak. Dalam sebuah kongres anak di Hotel Trio Bandung 28-29 Juni lalu, sekelompok pelajar SMA bahkan berani menyebutkan istilah “virgin gak oke” di kalangan mereka.

“Sekarang pergaulan bebas terjadi di kalangan pelajar. Sekelompok pelajar SMA menyebut istilah ‘virgin gak oke’. Artinya, mereka sudah terkontaminasi pergaulan bebas,” kata Manajer Program Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jabar Dianawati, saat ditemui wartawan di Sekretariat LPA Jabar Jalan Karangtinggal Bandung, Jumat (23/7/2010).

Diana mengatakan, kongres itu diikuti oleh sekitar 50 pelajar di seluruh Jawa Barat. Dia mengaku prihatin dengan munculnya kecenderungan pergaulan bebas tersebut.

Di Indramayu bahkan ada daerah yang warganya terbiasa mendengar seorang anak gadisnya dijual. Itu terjadi karena mereka merupakan keluarga miskin.

“Masyarkat di sana sudah cuek ketika mendengar tetangganya ada yang menjual anak gadis mereka,” kata Diana.

Lebih jauh Diana mengatakan, untuk tahun ini LPA Jabar sudah menerima 50 pengaduan kasus kekerasan terhadap anak. Sebagian besar, kata dia, merupakan kasus penelantaran anak yang disebabkan oleh perceraian orang tuanya.

“Selain itu, pelecehan seksual dan perkosaan juga sedang kita tangani, bekerja sama dengan kepolisian setempat,” pungkas Diana.



Gambar
Asyifa Syafiningdyah (RCTI)

Jakarta Hajatan pemilihan Miss Indonesia 2010 usai digelar Selasa (1/6/2010) malam di Ballroom Central Park, Jakarta Barat. Peserta Miss Indonesia asal Jawa Barat, Asyifa Syafiningdyah berhasil merebut makhota Miss Indonesia 2010.

Asyifa Syafiningdyah atau Asyifa Latief berhasil memukau 7 juri Miss Indonesia 2010. Pertanyaan-pertanyaan juri berhasil dijawab Asyifa dengan lancar.

Salah satu pertanyaan pamungkas juri kepada finalis Miss Indonesia 2010 adalah “Apakah arti kata ‘ketahanan’ menurut Anda? Dan dalam situasi apa apakah Anda menggunakan kata tersebut?”

“Kegigihan berawal dari keteguhan hati dalam hidup,” jawab Asyifa dengan tenang.

Baca tuluyan ieu tulisan »



Denpasar – Pulau Bali memang tidak pernah sepi dari acara-acara bertaraf dunia. Bahkan, kontes perempuan tercantik sejagad atau Miss World tahun 2014 rencananya bakal digelar di Pulau Dewata.

Kabar bahwa Bali akan menjadi tempat digelarnya acara yang sangat prestisius itu datang dari Gubernur Bali, I Made Mangku Pastika. Pastika sedang memberikan sambutan dalam Kongres FIABCI (Federasi Real Estate Internasional) ke-61 di Hotel Grand Hyatt, Nusa Dua, Bali, Kamis (27/5/2010).

“Di Bali ini, sering dilakukan event-event internasional. Pada tahun 2011 ASEAN Summit di sini, 2013 APEC, 2014 Miss World akan dilakukan di sini,” ujar Pastika yang disambut tepuk tangan ratusan peserta kongres yang hadir dari berbagai negara.

Dalam kesempatan tersebut, Pastika juga mempromosikan Bali. Selain disebut sebagai Pulau Dewata dan Pulau Perdamaian dan Demokrasi, kini Bali mempunyai julukan baru, yakni “Pulau Cinta”. Julukan itu muncul sejak artis Hollywood Julia Roberts melakukan syuting film di Bali.

“Bali ini menjadi Kota cinta sejak Julia Roberts, The Pretty Woman, syuting beberapa waktu yang lalu dalam (film berjudul) ‘Eat, Pray, and Love'” kata pria asli Bali kelahiran Buleleng, 59 tahun lalu itu.

Menurut pensiunan polisi berpangkat Komjen ini, film yang dibintangi Julia Roberts itu bercerita tentang lawatan seorang perempuan Italia ke India untuk mencari kedamaian. Namun, kedamaian yang dicarinya dengan melakukan yoga dan meditasi tidak berhasil didapatkan.

“Ia lalu ke Bali dan di sinilah dia mendapatkan kedamaian,” ungkap Pastika kembali disambut tepuk tangan, termasuk oleh Wapres Boediono yang hadir untuk membuka kongres itu.

Dalam sambutannya, Boediono memuji kepiawaian Pastika mempromosikan kepariwisataan Bali.

“Gubernur Bali memang adalah salesman yang terbaik di Bali. Ia mampu menjelaskan secara detil soal Bali,” ucap Boediono. (gun/irw)



{April 11, 2010}   Gadis Sunda di Internet

Mungkin saat ini, website ini, http://gadissunda.wordpress.com, adalah satu-satunya website di dunia maya (internet) yang mengkhususkan diri untuk membahas Gadis Sunda pada khususnya dan Gadis Indonesia pada umumnya secara benar dan tidak menyimpang dari norma-norma ketimuran.

Tidak ada sama sekali niatan saya dalam pembuatan website ini untuk membuat semacam situs p*rn0 ataupun situs trafficking (jual-beli) gadis sunda. Sekali lagi saya tegaskan. TIDAK ADA.

Silahkan anda coba membuka Google.com ataupun Google.co.id dan kemudian ketikkan search menggunakan kata-kata berikut : Gadis Sunda. Sungguh mengerikan bukan, 7 dari 10 hasil pencarian di halaman pertama Google merujuk pada situs p*rn0.

Itulah yang terjadi saat ini di dunia Internet, mayoritas isi dari Internet adalah pornografi. Apa yang akan terjadi jika ada orang-orang yang akan benar-benar ingin mengenal Apa itu Gadis Sunda? Apa itu Gadis Indonesia?. Mereka akan tersesat, jika tidak ada pemandu mereka.

Semoga situs ini, bisa memandu mereka untuk lebih mengenal tentang Gadis Sunda.



Ada kesan umum, bahwa wanita Sunda pemalas dan suka berdandan. Benarkah demikian?

Memang susah mencari pasangan atau istri ideal. Cantik, pintar bekerja, beretika, setia, jujur relegius
dan feminim. Akan sempurna hidup seorang pria, bila mendapatkan istri seperti ini. Barangkali pula itu hanya padangan utopis saja. Tapi, Amir Hamzah, seorang general manager perusahaan asuransi, selalu berusaha untuk mendapatkannya.

Akibatnya, Amir Hamzah sering gontaganti pasangan. Sekarang dia mempunyai dua kekasih. Pertama, keturunan )awa, bekerja sebagai coordinator public relations di perusahaan elektronik. Secara karier wanita ini cukup bagus, namun secara fisik kurang cantik. Kulitnya sedikit hitam dan tubuhnya biasa-biasa saja, pokoknya bukan tipe Amir. Pacar kedua, perempuan Sunda. Cantik, kulit halus bak bengkuang dan pintar pula berdandan. Tapi secara karier dan intelektual, biasa-biasa saja, dan hanya sebagai karyawan biasa.

Amir bingung, mana yang harus dipilih, sementara usia dan orangtua terus mendesak. Diakuinya, bahwa kedua pacarnya itu mempunyai kekurangan dan kelebihan masing-masing. Sebagai pria normal, ia ingin memiliki istri cantik. Masalahnya, kecantikan belum menjamin apakah si wanita akan menjadi mitra hidup yang baik nantinya.

Lingkungan & Alam
Sudah menjadi pengetahuan bagi sebagian orang, bahwa wanita Sunda cantikcantik. Alamnya yang elok memberikan andil dalam hal ini, terutama untuk kehalusan kulit. Tapi, di balik keindahan dan kecantikan yang dimiliki wanita Sunda, terdapat unsur buruk, yaitu pemalas, dengan hobi berdandan dan bergaya seperti orang kaya. Tidak itu saja, dipercayai pula oleh sebagian orang, bahwa dalam berumah tangga, wanita Sunda selalu mengandalkan pendapatan suami. Tentu saja ini hanya pandangan sebagian orang. Sebab bukan berarti semua perempuan Sunda seperti itu.

Secara antropologis, banyak faktor yang menyebabkan wanita Sunda setiap berinteraksi dengan pria selalu mengandalkan keindahan fisik. Bukan kemampuan intelektual dan kepribadian yang kuat seperti wanita Sumatera Utara, Jawa dan Bali, yang tegar dalam kehidupan. Wanita-wanita Jawa, Bali dan Sumatera Utara, terkenal sebagai wanita ulet. Mereka tidak memilih-milih pekerjaan, yang penting halal. Ini bisa dilihat di terminal-terminal, pasar, dan ladang.

Menurut Agus Wiyanto, budaya Sunda adalah budaya yang memiliki sisi erotisme tinggi, yang bisa dilihat dari kesenian tarinya, seperti tarian Jaipong. Jaipong kental dengan goyangan tubuh, yang menonjolkan bagian-bagian tubuh yang seksi. Berbeda dengan tarian-tarian Jawa yang lebih sarat dengan simbol dan makna kehidupan.

“Alam yang subur meninabobokan wanita Sunda sampai terlena, hingga tidak perlu bekerja keras. Alam sudah menjamin kelangsungan. kehidupan mereka. Cukup suami yang bekerja di ladang atau sawah, sementara istri di rumah mengurus dan merawat anak, mempercantik diri, melayani suami dan membersihkan rumah,” tutur anggota Persatuan Cendekiawan Nasional Indonesia ini.

Agus menambahkan, keindahan dan kesuburan alam (dan kecantikan wanita) Jawa Barat ini sampai ke wilayah bagian pantai Jawa Barat, Banten (sebelum menjadi propinsi sendiri), yang termasuk bagi dari kota Paris in Java. Tidak jauh beda dengan Bogor yang pada zaman VOC dijadikan tempat peristirahatan kaum bangsawan Belanda.

Malah di sebagian daerah jawa Barat, ada pula wanita yang bangga menjadi janda. Ini terjadi karena adanya anggapan, bahwa wanita yang mampu menikah tiga atau empat kali, berarti wanita tersebut lebih bagus dibandingkan wanita lain yang hanya kawin satu kali. “Ini terjadi di Karawang, wilayah Pantai Utara dan Indramayu,” kata Agus.

Bila kondisi sosial seperti ini dibiarkan, tentu saja akan berpengaruh pada generasi berikutnya. Secara tidak langsung mereka akan melakukan apa yang telah diperbuat generasi sebelumnya. Akibatnya, pandangan orang terhadap wanita Sunda bisa semakin buruk.

Berbeda dengan wanita Jawa yang dikesankan suka bekerja keras. Bagi mereka, bekerja merupakan kehormatan. Lebih baik bekerja walau hasilnya kecil, daripada menjual diri tapi tidak halal. Agus menjelaskan, kelemahan wanita jawa adalah tidak mempuyai ambisi dan rencana matang. Akibatnya, mereka selalu marjinal, menjadi pembantu rumah tangga, pedagang sayuran di pasar, dan perjual jamu. Ini akibat rendahnya pendidikan yang membuat pola pikir dan pengembangan hidup menjadi rendah.

Dosen IISIP ini menambahkan, ada pula pandangan di kalangan orangtua yang mengatakan, bahwa tidak ada gunanya wanita bersekolah sampai ke perguruan tinggi. Pasalnya, wanita tetap akan kembali ke dapur mengurus dan merawat anak serta melayani suami. Pola pikir ini hanya bisa dihapus melalui pendidikan dan kesadaran akan fakta. Bahwa di era global kini, yang dibutuhkan dari wanita manapun (tidak hanya wanita Sunda) – bukan hanya kecantikan fisik – tapi juga kemampuan intelektual dan kemauan kerja yang tinggi.



{Maret 19, 2010}   Gadis Sunda Wannabe
Gadis-Sunda-Wannabe

Gadis-Sunda-Wannabe

Memang mangstabs ya Gadis-Gadis Sunda. Sambil menari.. :)



{Maret 19, 2010}   “Gadis Sunda”

Gadis Sunda telah berhasil masuk pada halaman satu Google untuk kata kunci pencarian Gadis Sunda :). Dan ternyata ada juga orang yang memakai nama “Gadis Sunda” untuk nama Facebooknya.

Gadis Sunda di Facebook

Bahkan sudah ada orang yang mendaftarkan domain GadisSunda.com, :( , saat ini saya sedang melakukan penawaran untuk membeli domain tersebut. Semoga saja bisa jatuh ke tangan saya. :).

Domain itu sudah didaftarkan sejak 30 Maret 2006, wew..



jsb.
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.